Y@y@n’s Blog

KONDISI LINGKUNGAN KERJA FISIK YANG MEMPENGARUHI AKTIFITAS MANUSIA

Posted on: November 29, 2008

1. Temperatur

Kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan temperatur luar adalah jika perubahan temperatur luar tubuh tersebut tidak melebihi 20% untuk kondisi panas dan 35% untuk kondisi dingin. Semua ini dari keadaan normal tubuh. Dalam keadaan normal anggota tubuh manusia mempunyai temperatur berbeda-beda, seperti bagian mulut sekitar 37ºC, dada sekitar 35ºC, dan kaki sekitar 28ºC. Tubuh manusia dapat menyesuaikan diri karena memiliki kemampuannya untuk melakukan proses konveksi, radiasi, dan penguapan jika terjadi kekurangan atau kelebihan panas yang membebaninya. Menurut penyelidikan untuk berbagai tingkat temperatur akan memberikan pengaruh yang berbeda-beda seperti berikut

± 49ºC : Temperatur yang dapat ditahan sekitar 1 jam, tetapi jauh di atas tingkat kemampuan fisik dan mental.

± 30ºC : Aktivitas mental dan daya tanggap mulai menurun dan cenderung untuk dalam pekerjaan, serta menimbulkan kelelahan fisik.

± 24ºC : Kondisi optimum.

± 10ºC : Kelakuan fisik yang ekstrim mulai muncul.

Dari suatu penelitian diperoleh hasil bahwa produktivitas kerja manusia akan  mencapai tingkat paling tinggi pada temperatur sekitar 24ºC sampai 27ºC.

2. Kelembaban (Humidity)

Yang dimaksud kelembaban di sini adalah banyaknya air yang terkandung dalam udara (dinyatakan dalam %). Kelembaban ini dipengaruhi oleh temperatur udara. Suatu keadaan dimana temperatur udara sangat panas dan kelembabannya tinggi,akan menimbulkan pengurangan panas dari tubuh secara besar-besaran, karena sistim penguapan, dan pengaruh lain ialah makin cepatnya denyut jantung karena makin aktifnya peredaran darah untuk memenuhi kebutuhan oksigen.Tubuh manusia selalu berusaha untuk mencapai keseimbangan antara panas tubuhnya dengan suhu disekitarnya. Keseimbangan itu akan memenuhi rumus :

M + R + C – E = 0

M = panas yang diperoleh dari metabolisme

R = perubahan panas karena radiasi

C = perubahan panas karena konveksi

E = hilangnya tenaga karena penguapan

3. Sirkulasi Udara (Ventilation)

Seperti kita ketahui udara di sekitar kita mengandung sekitar 21% Oksigen, 0,03% Karbondioksida dan 0,9% gas lainnya (campuran).Oksigen terutama merupakan gas yang dibutuhkan oleh makhluk hidup terutama untuk menjaga kelangsungan hidupnya (proses metabolisme). Udara di sekitar kita dikatakan kotor bila kadar oksigen di udara telah berkurang dan bercampur dengan gas-gas lain yang berbahaya bagi kesehatan. Jika kita menghirup udara kotor kita akan marasa sesak dan akan lebih cepat merasa lelah. Sirkulasi udara dengan memberikan ventilasi yang cukup akan menggantikan udara yang kotor dengan udara yang bersih. Demikian juga dengan menaruh tanaman akan mampu membantu memberi kebutuhan akan oksigen yang cukup.

4. Pencahayaan (Lighting)

Pencahayaan sangat mempengaruhi kemampuan manusia untuk melihat obyek secara jelas dan cepat tanpa melakukan kesalahan. Pencahayaan yang kurang mengakibatkan pekerja mudah lelah karena mata akan berusaha melihat dengan cara membuka lebar-lebar. Lelahnya mata akan mengakibatkan pula kelelahan mental dan lebih jauh bisa merusak mata. Kemampuan mata untuk melihat objek dengan jelas akan ditentukan oleh ukuran objek, derajat kontras antara objek dengan sekelilingnya, luminensi (brightness) serta lamanya waktu untuk melihat objek tersebut. Untuk menghindari silau (glare) karena letak dari sumber cahaya yang kurang tepat, maka sebaiknya mata tidak secara langsung menerima cahaya dari sumbernya akan tetapi cahaya tersebut harus mengenai objek yang akan dilihat yang kemudian dipantulkan oleh objek tersebut ke mata kita.

5. Kebisingan (Noise)

Kebisingan adalah bunyi-bunyian yang tidak dikehendaki oleh telinga kita, karena dalam waktu panjang bunyi-bunyian tersebut dapat mengganggu ketenangan kerja, merusak pendengaran dan dapat menimbulkan kesalahan komunikasi. Ada 3 aspek yang menentukan kualitas bunyi yang bisa menentukan kualitas bunyi yang bisa menentukan tingkat gangguan pada manusia yaitu:

a. Lama waktu bunyi tersebut terdengar.

b. Intentitas biasanya diukur dalam satuan desibel (dB) yang menunjukan besarnya arus energi per satuan luas.

c. Frekuensi suara yang menunjukan jumlah dari gelombang-gelombang suara yang sampai ke telinga kita setiap detik dinyatakan dalam jumlah getaran per detik (Hz).

6. Getaran Mekanis (Mechanical Vibration)

Gerakan mekanis dapat diartiakn sebagai getaran-getaran yang ditimbulkan oleh alat-alat mekanis yang sebagian dari getaran ini sampai ke tubuh dan dapat menimbulkan akibat-akibat yang kurang baik untuk tubuh kita. Besarnya getaran ini ditentukan oleh intensitas, frekuensi, getaran dan lamanya getaran itu berlangsung. Sedangkan anggota tubuh manusia juga memiliki frekuensi alami dimana apabila frekuensi ini beresonansi dengan frekuensi getaran akan  menimbulkan gangguan-gangguan antara lain :

a. Mempengaruhi konsentrasi kerja

b. Mempercepat datangnya kelelahan

c. Gangguan-gangguan pada anggota tubuh seperti : mata, syaraf, oto-otot, dll.

Tabel Skala Intensitas Kebisingan :

KONDISI SUARA

DESIBEL (dB)

BATAS DENGAR TERTINGGI

Menulikan

120

Halilintar

110

Meriam

100

Mesin uap

Sangat hiruk pikuk

90

Jalan hiruk pikuk

Perusahaan sangat gaduh

80

Peluit polisi

Kuat

Kantor gaduh

Jalan pada umumnya

70

Radio

60

Perusahaan

Sedang

Rumah gaduh

50

Kantor pada umumnya

Percakapan kuat

40

Radio perlahan

Tenang

Rumah tenang

Kantor pribadi

30

Auditorium

Percakapan

Sangat tenang

20

Suara daun-daun

10

Berbisik-bisik

0

Batas dengar terendah

7. Bau Bauan

Adanya bau-bauan yang dalam hal ini juga dipertimbangkan sebagai polusi akan dapat mengganggu konsentrasi orang bekerja. Temperatur dan kelembaban merupakan dua faktor lingkungan yang dapat mempengaruhi kepekaan penciuman. Oleh karena itu pemakaian Air Conditioning yang tepat merupakan salah satu cara yang bisa digunakan untuk menghilangkan bau-bauan yang mengganggu sekitar tempat kerja.

8. Warna

Yang dimaksud disini adalah warna tembok ruangan dan interior yang ada disekitar tempat kerja. Warna ini selain berpengaruh terhadap kemampuan mata untuk melihat objek, juga memberikan pengaruh yang lain seperti :

a. Warna merah bersifat merangsang.

b. Warna kuning memberikan kesan luas, terang dan leluasa.

c. Warna hijau atau biru memberikan sejuk, aman dan menyegarkan.

d. Warna gelap memberikan kesan sempit.

e. Warna terang memberikan kesan leluasa.

Dengan adanya sifat-sifat itu maka pengaturan warna ruangan tempat kerja perlu diperhatikan dalam arti harus disesuaikan dengan kegiatan kerjanya. Dalam keadaan dimana ruangan terasa sempit maka pemilihan warna yang sesuai  dapat menghilangkan kesan tersebut. Hal ini secara psikologis akan  menguntungkan karena kesan sempit cenderung menimbulkan stres.

Bahan yang saya ambil untuk menulis pepper di atas saya ambil dari buku Analisis Perancangan Kerja karangan Bapak Parama Kartika Dewa SP.,ST.,MT.

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: